1. KARAKTERISTIK
INTRUKSI MESIN.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Karakteristik adalah ciri-ciri khusus atau mempunyai sifat khas sesuai dengan
perwatakan tertentu. Instruksi adalah perintah atau arahan (untuk melakukan
suatu pekerjaan atau melaksanakan suatu tugas). Mesin adalah perkakas untuk
menggerakkan, atau membuat sesuatu yang dijalankan dengan roda-roda dan
digerakkan oleh tenaga manusia atau motor penggerak yang menggunakan bahan
bakar minyak atau tenaga alam.
Jadi, karakteristik-karakteristik instruksi
mesin adalah ciri-ciri khusus atau sifat khas yang dimiliki oleh
instruksi-instruksi atau kode operasi dalam pemrograman komputer.. Operasi CPU
ditentukan oleh instruksi-instruksi yang dieksekusinya. Instruksi-instruksi ini
dikenal sebagai intruksi mesin atau instruksi computer. Set fungsi dari
instruksi-instruksi yang berbeda yang dapat di eksekusi oleh CPU dikenal
sebagai set instruksi CPU.
Dalam pengertian lain karakteristik
intruksi mesin dapat diartikan sebagai berikut :
1 Instruksi
mesin (machine instruction) yang dieksekusi membentuk suatu operasi dan
berbagai macam fungsi CPU.
2 Kumpulan
fungsi yang dapat dieksekusi CPU disebut set instruksi (instruction set) CPU.
3 Mempelajari
karakteristik instruksi mesin, meliputi:
·
Elemen-elemen instruksi
mesin.
·
Representasi instruksinya.
·
Jenis-jenis instruksi.
·
Penggunaan alamat.
·
Rancangan set
instruksi.
Elemen Intruksi
Mesin
Untuk dapat
dieksekusi CPU, suatu instruksi harus berisi elemen informasi yang diperlukan
CPU secara lengkap dan jelas.
Elemen – elemennya :
Elemen – elemennya :
1. Operation
Code (Opcode)
menspesifikasikan operasi yang akan dilakukan. Kode operasi berbentuk kode biner.
menspesifikasikan operasi yang akan dilakukan. Kode operasi berbentuk kode biner.
2. Source
Operand Reference
operasi dapat berasal dari lebih satu sumber. Operand adalah input instruksi.
operasi dapat berasal dari lebih satu sumber. Operand adalah input instruksi.
3. Result
Operand Reference
Merupakan hasil atau keluaran operasi.
Merupakan hasil atau keluaran operasi.
4. Next
Instruction Reference
elemen ini menginformasikan CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil dan dieksekusi.
elemen ini menginformasikan CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil dan dieksekusi.
Dalam pengertian lain elemen intruksi
adalah :
Elemen-elemen Instuksi Mesin
Setiap instruksi harus terdiri dari informasi yang diperlukan oleh CPU untuk dieksekusi. Gambar langkah-langkah yang terdapat dalam eksekusi instruksi dan bentuk elemen-elemen instruksi mesin, adalah sebagai berikut :
Setiap instruksi harus terdiri dari informasi yang diperlukan oleh CPU untuk dieksekusi. Gambar langkah-langkah yang terdapat dalam eksekusi instruksi dan bentuk elemen-elemen instruksi mesin, adalah sebagai berikut :
·
Kode Operasi :
menentukan operasi-operasi yang akan dilakukan (misalnya: ADD,I/O).
Operasi itu dispesifilan oleh sebuah kode biner, dikenal sebagai kode
operasi.
·
Acuan Operand
Sumber :
Operasi dapat melibatkan satu atau lebih operand sumber, dengan kata
lain, operand adalah input bagi operasi.
·
Acuan Operand Hasil : Operasi dapat
menghasilkan sebuah hasil.
·
Acuan Instruksi
Berikutnya : Elemen ini memberitahukan
CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil setelah menyelesaikan
eksekusi suatu instruksi. Instuksi berikutnya yang akan diambil berada di
memori utama atau pada system memori virtual, akan berada baik di dalam memori
utama atau memori sekunder. Umumnya, instruksi yang akan segera diambil
selanjutnya, berada setelah instruksi saat itu. Ketika acuan eksplisit
dibutuhkan, maka alamat memori utama atau alamat memori virtual harus
disiapkan. Operand sumber dan hasil dapat berada di salah satu dari ketiga
daerah berikut ini :
·
Memori Utama atau Memori Virtual : Dengan
adanya acuan instruksi berikutnya, maka alamat memori utama atau memori virtual
harus diketahui.
·
Register CPU : Dengan suatu pengecualian yang
jarang terjadi, CPU terdiri dari sebuah register atau lebih yang dapat diacu
oleh instruksi-instruksi mesin. Bila hanya terdapat sebuah register saja, maka
acuan ke instruksi tersebut dapat berbentuk implicit. Sedangkan jika terdapat
lebih dari satu register, maka setiap register diberi nomor yang unik, dan
instruksi harus terdiri dari nomor register yang dimaksud.
·
Perangkat I/O : Instruksi harus menspesifikan modul I/O dan
perangkat yang diperlukan oleh operasi. Jika digunakan I/O memori terpetakan,
maka perangkat ini merupakan memori utama atau memori virtual.
Representasi Intruksi.

Di dalam computer, instruksi dipresentasikan oleh sehimpunan bit. Himpunan bit ini dibagi menjadi beberapa bidang, dengan bidang-bidang ini berkaitan dengan elemen-elemen yang akan memuat instruksi. Layout instruksi ini dikenal sebagai bentuk instruksi. Contoh yang sederhana ditunjukkan pada gambar. Pada sebagian besar set instruksi, dapat digunakan lebih dari satu bentuk. Selama berlangsungnya eksekusi instruksi, instruksi dibaca ke dalam register instruksi yang terdapat dalam CPU. Untuk melakukan operasi yang diperlukan, CPU harus dapat mengeluarkan data dari berbagai bidang instruksi. Opcode direpresentasikan dengan singkatan-singkatan, yang disebut mnemorik, yang mengindikasikan operasi, contohnya adalah :
ADD Add (Menambahkan)
SUB Substract (Pengurangan)
MPY Multiply (Perkalian)
DIV Divide (Pembagian0
LOAD Muatkan data data dari memori
STOR Simpan data ke memori
Operand-operand juga direpresentasikan secara simbolik. Misalnya instruksi ADD R,Y Berarti tambahkan niali yang terdapat pada lokasi Y ke isi register R. Dalam contoh ini, Y berkaitan dengan alamat lokasi di dalam memori, dan R berkaitan dengan register tertentu. Perlu dicatat bahwa operasi dilakukan terhadap isi alamat, bukan terhadap alamatnya.
Sehingga adalah mungkin untuk menuliskan program bahasa mesin dalam bentuk simbolik. Setiap opcode simbolik memiliki representasi biner yang tetap, dan pemrograman dapat menetapkan masing-masing operand simbolik. Misalnya, pemrograman dapat memulainya dengan definisi-definisi:
X=523
Y=514
dan seterusnya. Sebuah program yang sederhana akan menerima input simbol ini, kemudian mengkonversiakn opcode dan acuan operand menjadi bentuk biner, dan akhirnya membentuk instruksi mesin biner.
Jenis
- jenis Intruksi
Sebuah instuksi yang dapat diekspresikan dalam bahasa BASIC atau FORTRAN. X = X+Y Pernyataan ini menginstruksiakna komputer untuk menambahkan nilai yang tersimpan di Y ke nilai yang tersimpan di X dan menyimpan hasilnya di X. Variabel X dan Y berkorespondensi dengan lokasi 513 dan 514. Jika kita mengasumsikan set instruksi mesin yang sederhana, maka operasi ini dapat dilakukan dengan tiga buah instruksi:
Sebuah instuksi yang dapat diekspresikan dalam bahasa BASIC atau FORTRAN. X = X+Y Pernyataan ini menginstruksiakna komputer untuk menambahkan nilai yang tersimpan di Y ke nilai yang tersimpan di X dan menyimpan hasilnya di X. Variabel X dan Y berkorespondensi dengan lokasi 513 dan 514. Jika kita mengasumsikan set instruksi mesin yang sederhana, maka operasi ini dapat dilakukan dengan tiga buah instruksi:
1. Muatkan
sebuah register dengan isi lokasi memori 513
2. Tambahkan
isi lokasi memori ke register
3. Simapn
isi register di lokasi memori 513
Suatu komputer harus memiliki set instruksi yang memungkinkan pengguna untuk memformulasikan pengolahan data atau dengan memperhatikan kemampuan pemrograman bahasa tingkat tinggi. Agar dapat dieksekusi, setiap program yang ditulis dalam bahasa program tingkat tinggi harus diterjemahkan ke dalam bahasa mesin. Jadi, set instruksi mesin harus dapat mengekspresikan setiap instruksi bahasa tingkat tinggi.
Adapun Jenis-jenis instrusi sebagai berikut :
·
Pengolahan Data :
Instrusi-instruksi aritmatika dan logika
·
Penyimpanan Data : Instriksi-instruksi
memori
·
Perpindahan Data :
Instruksi I/O
·
Kontrol : Instruksi
pemeriksaan dan percabangan
Penggunaan Alamat
Salah satu cara tradisional dalam menjelaskan arsitektur prosesor adalah dengan memakai jumlah alamat yang terdapat pada masing-masing instruksi. Instruksi aritmatika dan logika memerlukan operand yang berjumlah banyak. Secara virtual, seluruh operasi eritmatika dan logika merupakan uner/unary (satu operand) atau biner (dua operand). Dengan demikian, memerlukan maksimum dua alamat untuk acuan operand. Hasil sebuah operasi akan memerlukan alamat ketiga.
Dengan demikian, instruksi perlu memiliki empat buah acuan alamat: dua buah operand, sebuah hasil operasi, dan sebuah alamat instruksi berikutnya. Sebagian besar CPU merupakan variasi satu, dua, atau tiga alamat dengan alamat instruksi berikutnya merupakan implisit (diperoleh dari pencacah program). Format tiga alamat tidak umum digunakan, karena instruksi-instruksi tersebut memerlukan bentuk instruksi yang lebih relatif lebih panjang untuk menampung acuan-acuan tiga alamat. Sedangkan bentuk dua alamat mengurangi kebuatuahan ruang akan tetapi menimbulkan kesulitan. Instruksi yang lebih sederhana adalah instruksi satu alamat. Agar alamat ini dapat berfungsi, alamat perlu diimplisitkan.
Salah satu cara tradisional dalam menjelaskan arsitektur prosesor adalah dengan memakai jumlah alamat yang terdapat pada masing-masing instruksi. Instruksi aritmatika dan logika memerlukan operand yang berjumlah banyak. Secara virtual, seluruh operasi eritmatika dan logika merupakan uner/unary (satu operand) atau biner (dua operand). Dengan demikian, memerlukan maksimum dua alamat untuk acuan operand. Hasil sebuah operasi akan memerlukan alamat ketiga.
Dengan demikian, instruksi perlu memiliki empat buah acuan alamat: dua buah operand, sebuah hasil operasi, dan sebuah alamat instruksi berikutnya. Sebagian besar CPU merupakan variasi satu, dua, atau tiga alamat dengan alamat instruksi berikutnya merupakan implisit (diperoleh dari pencacah program). Format tiga alamat tidak umum digunakan, karena instruksi-instruksi tersebut memerlukan bentuk instruksi yang lebih relatif lebih panjang untuk menampung acuan-acuan tiga alamat. Sedangkan bentuk dua alamat mengurangi kebuatuahan ruang akan tetapi menimbulkan kesulitan. Instruksi yang lebih sederhana adalah instruksi satu alamat. Agar alamat ini dapat berfungsi, alamat perlu diimplisitkan.
Rancangan set Intruksi
Salah satu hal yang paling menarik
tentang rancangan komputer adalah rancangan set instruksi. Karena rancangan ini
mempengaruhi banak aspek sistem komputer, maka rancangan set instruksi sangat
kompleks. Set instruksi menentukan banyak fungsi yang akan dilakukan oleh CPU
dan karena itu memiliki efek yang sangat menentukan implementasi CPU. Set
instruksi merupakan alat bagi pemrogram untuk mengontrol CPU. Dengan demikian,
kebutuhan-kebutuhan pemrogram harus menjadi bahan pertimbangan dalam merancang
set instruksi.
Masalah rancangan fundamental yang paling signifikan meliputi :
Masalah rancangan fundamental yang paling signifikan meliputi :
·
Repertoi Operasi : Berapa banyak dan opersai-operasi apa yang
harus disediakan, dan sekompleks apakah operasi itu seharusnya.
·
Jenis data : berbagai jenis data pada saat
operasi dijalankan
·
Bentuk instruksi : Panjang instruksi (dalam
bit), jumlah alamat, ukuran bidang, dan sebagainya.
·
Register : Jumlah
register CPU yang dapat diacu oleh instruksi, dan fungsinya.
·
Pengalamatan : Mode
untuk menspesifikasikan alamat suatu operand.
Masalah-masalah ini saling berkaitan dan harus diperhatikan dalam merancang set instruksi.
Masalah-masalah ini saling berkaitan dan harus diperhatikan dalam merancang set instruksi.
2.
TIPE - TIPE OPERAND
Operand adalah sebuah objek yang ada
pada operasi matematika yang dapat digunakan untuk melakukan operasi. Operand
atau operator dalam bahasa C berbentuk simbol bukan berbentuk keyword atau kata
yang biasa ada di bahasa pemrograman lain. Simbol yang digunakan bukan karakter
yang ada dalam abjad tapi ada pada keyboard kita seperti =,,* dan sebagainya.
Tipe-tipe operand diantaranya :
1. Addresses
(akan dibahas pada addressing modes)
2. Numbers
:
- Integer or fixed point
- Floating point
- Decimal (BCD)
- Integer or fixed point
- Floating point
- Decimal (BCD)
3. Characters
:
- ASCII
- EBCDIC
- ASCII
- EBCDIC
4. Logical
Data : Bila data berbentuk binary : 0 dan 1
3. TIPE - TIPE OPERASI
·
Transfer data –
konversi
1. Menetapkan lokasi operand sumber dan operand tujuan.
2. Lokasi-lokasi tersebut dapat berupa memori, register atau bagian paling atas daripada
1. Menetapkan lokasi operand sumber dan operand tujuan.
2. Lokasi-lokasi tersebut dapat berupa memori, register atau bagian paling atas daripada
stack.
3. Menetapkan panjang data yang dipindahkan.
4. Menetapkan mode pengalamatan.
3. Menetapkan panjang data yang dipindahkan.
4. Menetapkan mode pengalamatan.
·
Aritmatika –
input/output
Tindakan
CPU untuk melakukan operasi arithmetic :
1. Transfer data sebelum atau sesudah.
2. Melakukan fungsi dalam ALU.
3. Menset kode-kode kondisi dan flag.
1. Transfer data sebelum atau sesudah.
2. Melakukan fungsi dalam ALU.
3. Menset kode-kode kondisi dan flag.
·
Logika – kontrol sistem
dan transfer kontrol
Tindakan CPU sama dengan arithmetic
Operasi set instruksi untuk operasi logical :
1. AND, OR, NOT, EXOR
2. COMPARE : melakukan perbandingan logika.
3. TEST : menguji kondisi tertentu.
4. SHIFT : operand menggeser ke kiri atau kanan menyebabkan
konstanta pada ujung bit.
5. ROTATE : operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan ujung yang terjalin.
Tindakan CPU sama dengan arithmetic
Operasi set instruksi untuk operasi logical :
1. AND, OR, NOT, EXOR
2. COMPARE : melakukan perbandingan logika.
3. TEST : menguji kondisi tertentu.
4. SHIFT : operand menggeser ke kiri atau kanan menyebabkan
konstanta pada ujung bit.
5. ROTATE : operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan ujung yang terjalin.
4. PENGALAMATAN
Field alamat dalam format instruksi
sangat terbatas. Teknik-teknik pengalamatan yang umum digunakan :
•
Immediate
•
Direct
•
Indirect
•
Register
•
Register Indirect
•
Displacement
•
Stack
·
Immediate Addressing
Bentuk pengalamatan yang paling
sederhana adalah immediate addressing. Keuntungan immediate addressing adalah
tidak terdapatnya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk
memperoleh operand. Cara seperti itu dapat menghemat satu siklus memori atau
cache dalam siklus instruksi. Kerugiannya adalah ukuran bilangan dibatasi oleh
ukuran field alamat, yang pada sebagian besar set instruksi, ukuran bilangan
lebih kecil dibandingkan dengan panjang kata.
·
Direct Adressing
Bentuk pengalamatan yang sangat
sederhana adalah direct addressing. Teknik pengalamatan ini umumnya digunakan
pada komputer generasi lama dan masih dapat dijumpai pada beberapa sistem
komputer kecil. Direct addressing hanya memerlukan sebuah referensi memori dan
tidak memerlukan kalkulasi khusus.
·
Indirect Addressing
Masalah yang terdapat pada direct
addressing adalah bahwa panjang field alamat biasanya lebih kecil dibanding
panjang word, sehingga membatasi range alamat. Satu solusinya adalah dengan
membiarkan field alamat mengacu pada alamat word di dalam memori, yang pada
gilirannya akan berisi alamat operand yang panjang.
·
Register Addressing
Register addressing mirip dengan direct
addressing. Satu-satunya perbedaan hanya terletak pada field alamat yang
mengacu pada sebuah register, bukannya pada alamat memori utama. Apabila
register addressing banyak dipakai dalam suatu set instruksi berarti
menggambarkan bahwa register CPU akan sering digunakan. Karena sangat
terbatasnya jumlah register (dibandingkan dengan lokasi memori utama), maka
register hanya akan digunakan apabila register-register itu dipakai secara
efisien. Apabila seluruh operand dibawa dari memori utama ke dalam register,
dan dilakukan sekaligus, dan kemudian dikembalikan ke memori utama, maka akan
terjadi langkah-langkah yang tidak diperlukan. Sedangkan apabila operand dalam
suatu register tetap digunakan untuk sejumlah operasi, maka akan menghemat
pemakaian.
·
Register Indirect
Addressing
Seperti halnya register addressing yang
analog dengan direct addressing, register indirect addressing juga analog
dengan indirect addressing. Pada kedua pengalamatan tersebut, satu-satunya
perbedaan yang ada adalah apakah field alamat mereferensi ke lokasi memori atau
register. Keuntungan dan keterbatasan register indirect addressing pada
dasarnya sama seperti indirect addressing. Pada keduanya, keterbatasan ruang
alamat (range alamat yang terbatas) field alamat dapat diatasi dengan
membiarkan field tersebut mereferensi ke lokasi panjang word yang berisi sebuah
alamat. Selain itu, register indirect addressing menggunakan satu referensi
memori lebih sedikit dibandingkan dengan indirect addressing.
·
Displacement Addressing
Mode pengalamatan yang baik akan
mengkombinasikan kemampuan direct addressing, dan register indirect addressing.
Mode ini memiliki banyak nama yang tergantung pada konteks penggunanya, namun
mekanisme dasarnya tetap sama. Kita akan menyebutnya sebagai displacement
addressing. Tiga kegunaan displacement addressing secara umum :
1. Relative Addressing
2. Base-Register Addressing
3. Indexing
·
Stack Addressing
Stack adalah array lokasi yang linear.
Stack sering kali disebut pushdown list atau last-in-first-out-queue. Stack
merupakan blok lokasi yang terbalik. Butir ditambahkan ke puncak stack sehingga
setiap saat blok akan terisi secara parsial. Yang berkaitan dengan stack adalah
pointer yang nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack.
Mode pengalamatan stack merupakan suatu bentuk implied addressing. Instruksi-instruksi mesin tidak perlu memiliki referensi memori namun secara implisit beroperasi pada bagian paling atas stack.
Mode pengalamatan stack merupakan suatu bentuk implied addressing. Instruksi-instruksi mesin tidak perlu memiliki referensi memori namun secara implisit beroperasi pada bagian paling atas stack.
·
Mode-mode Pengalamatan
Pentium
Pentium dilengkapi dengan bermacam-macam
mode pengalamatan untuk memungkinkan eksekusi bahasa-bahasa tingkat tinggi
seperti C dan FORTRAN secara lebih efisien.
·
Mode-mode Pengalamatan
PowerPC
PowerPC menggunakan mode pengalamatan
yang sederhana dan relatif pendek.
1. Load/Store Addressing
2. Branch Addressing
3. Arithmetic Instruction
5.
FORMAT INTRUKSI
Format instruksi menentukan layout bit
suatu instruksi. Format instruksi harus mencakup opcode dan secara implisit
atau eksplisit, nol operand atau lebih. Secara implisit atau eksplisit, format
harus dapat mengindikasikan mode pengalamatan seluruh operand-nya. Pada
sebagian besar set instruksi, digunakan lebih dari satu format instruksi.
Rancangan format instruksi merupakan seni yang kompleks, dan telah
diimplementasikan bermacam-macam rancangan.
·
Panjang Instruksi
Masalah rancangan yang paling mendasar
yang perlu dihadapi adalah panjang format instruksi. Masalah ini akan mempengaruhi
ukuran memori dan dipengaruhi oleh ukuran memori, organisasi memori, struktur
bus, kompleksitas CPU, dan kecepatan CPU.
·
Alokasi Bit
Bagi panjang instruksi tertentu,
terdapat untung-rugi antara jumlah opcode dengan kemampuan pengalamatan. Opcode
yang lebih banyak jelas akan menyebabkan bit yang lebih banyak pada field
opcode. Bagi format instruksi dengan panjang tertentu, hal itu akan mengurangi
jumlah bit yang dapat digunakan untuk pengalamatan.
Faktor-faktor yang saling berkaitan di bawah ini merupakan hal-hal penting dalam menentukan penggunaan bit-bit pengalamatan.
Faktor-faktor yang saling berkaitan di bawah ini merupakan hal-hal penting dalam menentukan penggunaan bit-bit pengalamatan.
·
Jumlah Mode
Pengalamatan
Kadang-kadang mode pengalamatan dapat
diindikasikan secara implisit. Misalnya, opcode-opcode tertentu mungkin selalu
merupakan pemanggilan untuk indexing. Pada kasus lainnya, mode pengalamatan
harus dinyatakan secara eksplisit, sehingga akan dibutuhkan satu atau lebih bit
mode.
·
Jumlah Operand
Kita telah mengetahui bahwa alamat yang
jumlahnya sedikit dapat menyebabkan program menjadi panjang dan membosankan. Instruksi-instruksi
yang banyak digunakan mesin saat ini menyediakan dua buah operand. Setiap
alamat operand di dalam instruksi memerlukan indikator modenya sendiri, atau
penggunaan indikator mode dapat dibatasi menjadi hanya sebuah field alamat.
·
Register vs. Memori
Sebuah mesin harus memiliki register
sehingga data dapat dibawa ke CPU untuk diproses. Dengan menggunakan register
user-visible tunggal (biasanya dikenal sebagai accumulator), sebuah alamat
operand adalah implisit dan tidak membutuhkan bit instruksi. Bahkan pada
register yang berjumlah banyak, hanya diperlukan jumlah bit yang sedikit untuk
menspesifikasikan register. Semakin banyak register yang dapat digunakan untuk
referensi operand, semakin sedikit bit yang diperlukan. Sejumlah studi telah
menemukan bahwa diperlukan sejumlah 8 hingga 32 buah register user-visible.
·
Jumlah Set Register
Sejumlah mesin memiliki satu set
general-purpose register, yang umumnya di dalamnya terdapat 8 atau 16 buah
register. Register-register ini dapat digunakan untuk menyimpan data dan dapat
juga dipakai untuk menyimpan alamat bagi displacement addressing.
·
Jangkauan Alamat
Untuk alamat-alamat yang mereferensi
memori, jangkauan alamat yang dapat direferensikan sesuai dengan jumlah bit
alamat. Karena hal ini mengakibatkan terjadinya keterbatasan yang mengganggu,
maka direct addressing jarang digunakan. Dengan menggunakan displacement
addressing, jangkauan ditentukan oleh panjang regiser alamat. Bahkan walaupun
terdapat kekurangan di atas, pendekatan ini masih sukup sesuai untuk
memungkinkan displacement yang agak besar dari alamat register, yang
membutuhkan jumlah bit alamat yang relatif besar di dalam instruksi.
·
Granularitas Alamat
Untuk alamat-alamat yang mereferensi
memori, faktor lain yang menentukan adalah granularitas pengalamatan. Pada
sistem yang menggunakan word 16-bit atau 32-bit, suatu alamat dapat mereferensi
word atau byte yang sesuai dengan keinginan perancang. Pengalamatan byte cocok
untuk manipulasi karakter namun untuk memori yang berukuran tetap akan memerlukan
bit alamat yang lebih banyak.
1. PDP-8
Salah satu rancangan instruksi yang
paling sederhana bagi komputer general-purpose adalah instruksi-instruksi
PDP-8. PDP-8 memakai instruksi 12-bit dan beroperasi pada word 12-bit. Terdapat
register purpose-general tunggal, yaitu akumulator.
2. PDP-10
Set instruksi PDP-10 sangat berbeda
dengan set instruksi PDP-8. PDP-10 dirancang untuk sistem berbagi waktu
berskala besar, dengan menekankan pada pembuatan sistem yang mudah untuk
diprogram.
Di antara prinsip-prinsip rancangan yang digunakan dalam perancangan instruksi adalah sebagai berikut :
Di antara prinsip-prinsip rancangan yang digunakan dalam perancangan instruksi adalah sebagai berikut :
·
Ortogonalitas
Ortogonalitas adalah suatu prinsip
dengan dua buah variabel tidak bergantung satu sama lainnya.
·
Kelengkapan
Setiap jenis data aritmetika (integer,
fixed point, real) harus memiliki set operasi yang lengkap dan identik.
·
Pengalamatan Langsung
Basis dan displacement addressing, yang
menyebabkan organisasi memori menyulitkan pemrogram, telah dapat dihindarkan
dengan pertolongan direct addressing. Ketiga prinsip di atas sangat membantu
untuk memudahkan pemrograman.
6. KESIMPULAN.
·
Karakteristik Intruksi
Mesin adalah ciri-ciri khusus atau sifat khas yang dimiliki oleh
instruksi-instruksi atau kode operasi yang digunakan dalam pemrograman
komputer.
·
Operand adalah sebuah
objek atau komponen yang ada pada operasi matematika yang dapat digunakan untuk
melakukan operasi / menterjemahkan bahasa - bahasa ke dalam sebuah kode - kode
arithmetic.
·
Tipe - tipe Operasi
adalah tipe - tipe teknik dalam melakukan pemrosesan operasi arithmetic dalam
komputer.
tipe - tipe operasi
terdiri dari 3 teknik yaitu :
1. Transfer
data – konversi
2. Aritmatika
– input/output
3. Logika
– kontrol sistem dan transfer kontrol
·
Pengalamatan adalah
suatu teknik yang digunakan untuk menyimpan hasil pemrosesan operasi arithmetic
pada komputer.
·
Format intruksi adalah
sebuat format untuk menentukan layout bit suatu instruksi.
REFERENSI
1. http://harnowicaksono.blogspot.com/2013/11/karakteristik-instruksi-mesin.html
2. http://myant2526.blogspot.com/2010/04/set-instruksi-tujuan-memahami.html
3. http://catatanhijaulila.blogspot.com/2012/01/karakteristik-instruksi-mesin.html
4. http://kikireisyah.wordpress.com/tipe-tipe-operand-dan-operasi/
5. http://degokers.wordpress.com/2012/11/11/organisasi-komputer-dasar-dan-arsitektur/

